BAB 2: Mengenal JavaScript
Sejarah singkat JavaScript, di mana ia berjalan, dan cara menulis kode pertamamu langsung di browser.
Di bab sebelumnya, kamu sudah mengenal apa itu pemrograman — bagaimana sebuah instruksi yang ditulis manusia bisa dijalankan oleh mesin. Sekarang tiba saatnya berkenalan dengan bahasa yang akan kita gunakan sepanjang ebook ini: JavaScript.
Mengapa JavaScript? Karena tidak ada bahasa lain yang memiliki keistimewaan seperti ini: kamu bisa langsung menjalankannya di browser tanpa instalasi apapun. Buka Chrome, tekan beberapa tombol, dan kode kamu langsung berjalan. Itu saja sudah cukup untuk memulai.
Lahirnya JavaScript
Pada tahun 1995, Netscape — perusahaan di balik browser paling populer saat itu — menyadari bahwa halaman web terlalu statis. Mereka ingin browser bisa "berpikir" — bereaksi terhadap aksi pengguna tanpa harus bolak-balik ke server.
Solusi mereka: rekrut seorang programmer bernama Brendan Eich dan minta ia membuat bahasa pemrograman baru. Eich menyelesaikan versi pertamanya dalam sepuluh hari. Bahasa itu mulanya bernama Mocha, lalu berganti menjadi LiveScript, dan akhirnya dinamai JavaScript — sebagian karena alasan marketing untuk memanfaatkan kepopuleran Java saat itu.
JavaScript dan Java tidak punya hubungan teknis apa pun. Kesamaan nama hanya strategi pemasaran Netscape pada masa itu. Keduanya adalah bahasa yang sangat berbeda, baik dalam desain maupun cara penggunaannya.
Popularitas JavaScript tumbuh pesat, dan pada 1997 ia distandarisasi oleh organisasi Ecma International dengan nama resmi ECMAScript. Standar inilah yang mengatur bagaimana JavaScript seharusnya berperilaku di semua implementasi. Ketika kamu mendengar istilah ES6, ES2020, atau ESNext — itu semua merujuk ke versi ECMAScript.
Bahasa ini terus berkembang. ES6 (2015) adalah titik balik besar — ia memperkenalkan let, const, arrow function, class, dan banyak fitur modern yang akan kita gunakan di ebook ini. Sejak saat itu, standar baru dirilis setiap tahun.
Di Mana JavaScript Berjalan
JavaScript dirancang untuk browser, tapi sekarang ia sudah jauh melampaui batas itu.
Di browser, JavaScript dijalankan oleh sesuatu yang disebut JavaScript engine — komponen di dalam browser yang bertugas membaca, menginterpretasi, dan mengeksekusi kode. Chrome menggunakan engine bernama V8 (buatan Google), sementara Firefox menggunakan SpiderMonkey (buatan Mozilla). Meski namanya berbeda, keduanya memahami standar ECMAScript yang sama.
Di luar browser, ada Node.js — sebuah runtime yang mengambil engine V8 dari Chrome dan menjalankannya langsung di sistem operasi. Dengan Node.js, JavaScript bisa berjalan di server, membaca file, berkomunikasi dengan database, dan melakukan hampir semua yang bisa dilakukan bahasa server-side lainnya seperti Python atau PHP.
Kode JavaScript kamu
|
v
JavaScript Engine
(V8, SpiderMonkey)
|
v
Hasil eksekusi
Di ebook ini kita akan lebih banyak bekerja di browser terlebih dahulu, lalu di bagian akhir kita akan berkenalan dengan Node.js.
Cara JavaScript Bekerja
JavaScript adalah bahasa yang interpreted, artinya kode tidak perlu dikompilasi terlebih dahulu sebelum dijalankan. Engine JavaScript membaca kodemu baris demi baris dan langsung mengeksekusinya.
Ini berbeda dari bahasa seperti C++ atau Java yang harus melewati proses kompilasi lebih dulu — mengubah kode menjadi binary sebelum bisa dijalankan. Dengan JavaScript, kamu tulis, langsung jalan.
JavaScript juga bersifat dynamically typed — tipe sebuah nilai ditentukan saat program berjalan, bukan saat kamu menulis kode. Kamu tidak perlu (dan tidak bisa) mendeklarasikan "variabel ini bertipe angka" atau "variabel ini bertipe teks" seperti di Java atau C. Kita akan merasakan implikasi dari ini secara langsung di bab-bab berikutnya.
Browser Console: Tempat Latihan Pertama
Cara paling cepat untuk mencoba JavaScript adalah lewat browser console — sebuah panel di Developer Tools browser yang memungkinkan kamu mengetik dan menjalankan kode JavaScript secara langsung.
Cara membukanya di Chrome atau Firefox:
- Windows/Linux: Tekan
Ctrl+Shift+J - macOS: Tekan
Command+Option+J - Atau tekan
F12, lalu pilih tab Console
Setelah console terbuka, kamu akan melihat area input di bagian bawah. Coba ketik ini dan tekan Enter:
1 + 1
Console akan langsung menampilkan 2. Itulah JavaScript — tidak ada delay, tidak ada proses tambahan.
Console bukan hanya untuk belajar. Developer profesional pun sering menggunakan console untuk mencoba potongan kode kecil, mengecek nilai variabel, atau menginvestigasi bug. Biasakan diri dengan console sejak awal.
Kode Pertama: console.log()
Di console, hasil ekspresi langsung terlihat karena console memang dirancang untuk interaktif. Tapi ketika kamu menulis program JavaScript yang lebih panjang — di file .js atau di tag <script> di HTML — kamu butuh cara eksplisit untuk menampilkan sesuatu ke layar.
Di sinilah console.log() masuk:
// halo-dunia.js
console.log("Halo, dunia!");
console.log(2025);
console.log(10 + 5);
Output di console:
Halo, dunia!
2025
15
console.log() mencetak apapun yang kamu berikan ke dalamnya — teks, angka, hasil perhitungan, nilai variabel. Ini akan menjadi teman terbaikmu sepanjang proses belajar dan debugging.
Perhatikan // di baris pertama. Itu adalah komentar — teks yang diabaikan JavaScript dan hanya dibaca oleh manusia. Kita akan membahas komentar lebih dalam di Bab 9, tapi kamu sudah akan sering melihatnya di contoh-contoh kode sebelum itu.
Latihan
Tiga hal berikut membantu kamu membangun kebiasaan yang benar sejak awal:
-
Buka browser console dan jalankan beberapa ekspresi matematika:
100 - 37,8 * 8,144 / 12. Perhatikan bagaimana browser langsung menampilkan hasilnya. -
Ketik
console.log("nama kamu")di console, ganti dengan nama kamu sendiri. Lalu coba berikan dua argumen sekaligus:console.log("Nama:", "Budi"). Apa yang terjadi? -
Coba jalankan
console.log(typeof "halo")danconsole.log(typeof 42). Kamu belum perlu memahami outputnya sekarang — tapi simpan pertanyaan itu, karena jawaban lengkapnya ada di bab berikutnya.
Kamu sudah mengenal JavaScript — dari mana ia datang, di mana ia berjalan, dan bagaimana cara pertama berinteraksi dengannya. Yang kamu lihat sejauh ini masih permukaan: angka, teks, dan operasi sederhana. Tapi JavaScript mengenal banyak jenis nilai, dan setiap jenis diperlakukan secara berbeda. Soal terakhir tadi sudah memberi sedikit petunjuk — dan itu persis yang akan kita selami di bab berikutnya.