Teknologi Digital Inovasi 23 July 2025

Langkah Meta Hadirkan Iklan di WhatsApp

Langkah Meta Hadirkan Iklan di WhatsApp
Bagikan:

Tau nggak, sekarang WhatsApp yang selama ini adem ayem tanpa iklan, akhirnya bakal “tercemar” juga sama iklan kayak aplikasi lain. Jujur aja, ini kabar yang lumayan bikin bete buat banyak pengguna. Bayangin aja, lagi asik mantau status temen, eh tiba-tiba diselipin iklan yang nggak kamu minta. Rasanya kayak lagi nongkrong santai, terus tiba-tiba ada yang nyelipin brosur promosi di depan muka.

Menurut bocoran dari WABetaInfo, fitur iklan ini udah mulai nongol di WhatsApp Beta for iOS. Iklannya bakal muncul di antara status temen kamu, lengkap dengan label “sponsored”. Channel promosi juga bakal makin sering muncul di direktori channel. Intinya, WhatsApp yang dulu bebas iklan, sekarang siap-siap jadi lahan promosi kayak Instagram dan Facebook. Nggak heran sih, soalnya Meta emang doyan banget sama yang namanya iklan digital.

Tapi, buat kita para pengguna, ini jelas kabar nggak enak. WhatsApp selama ini jadi andalan karena simpel, bersih, dan nggak ganggu. Sekarang, siap-siap aja timeline kamu disusupi iklan yang kadang nggak relevan sama hidup kamu. Mungkin ada yang mikir, “Ah, selama privasi aman, nggak masalah.” Tapi, beneran aman nggak sih? Meta bilang sih iklan cuma pakai data umum kayak lokasi, bahasa, channel yang kamu ikuti, dan interaksi sama iklan. Tapi siapa yang bisa jamin data kita nggak dipake lebih jauh?

Fitur iklan ini juga nggak aktif otomatis, katanya bisa dimatiin. Tapi, pengalaman dari aplikasi lain, kadang fitur kayak gini suka “nyelip” aktif sendiri pas update. Jadi, jangan kaget kalau tiba-tiba timeline kamu penuh promosi. Dulu WhatsApp jadi tempat pelarian dari aplikasi lain yang penuh iklan, sekarang malah ikut-ikutan. Rasanya kayak kehilangan tempat nyaman buat ngobrol.

Sebagian orang mungkin bodo amat, tapi buat yang peduli sama kenyamanan dan privasi, ini jelas minus banget. WhatsApp yang dulu bebas iklan, sekarang harus rela disisipi promosi. Kalau udah gini, nggak sedikit yang mulai mikir buat pindah ke aplikasi chat lain yang lebih bersih. Atau minimal, jadi makin jarang buka status dan channel.

Tips dari ane, jangan gampang klik iklan yang muncul, dan rajin-rajin cek pengaturan privasi. Kalau bisa, matiin fitur iklan dari awal. Dan yang paling penting, tetap kritis sama semua promosi yang lewat di WhatsApp. Jangan sampai ruang ngobrol kamu berubah jadi pasar iklan yang nggak ada habisnya.

Jadi, siap-siap aja WhatsApp berubah wajah. Dari aplikasi chat yang nyaman, jadi platform yang makin komersil. Kabar buruk? Jelas. Tapi, setidaknya kita bisa lebih waspada dan nggak gampang terbuai sama janji “privasi aman” dari perusahaan besar.

Gimana menurut kamu? Apakah WhatsApp masih layak dipake, atau udah saatnya cari alternatif lain? Share pendapat kamu, siapa tau banyak yang ngerasain hal sama!